
Bersama angin yang meliuk
memecah malam pada keheningan
ku duduk dibalai bambu menatap cakrawala
entah apa yang istimewa padanya yang menyimpan gelap
Aku menggigil dalam pelukan angin malam
yang kulewati dengan separuh perasaan
seperti yang kulihat dilangit gelap yang pekat
bulan yang yang separuh
bintang berkelip yang memancar setengah hati
betapa aku menyukai malam ini
hening
sunyi
dan sepi
Kupejamkan mata ini
penuh dengan kecintaan
mencoba merangkai bait demi aksara
yang ku cinta dan ku rindu
perjalanan hati yang meradang akan cinta
tapi semua diam dan membisu
harus bertanya pada siapa
pada malam
pada langit
pada bulan
atau pada bintang
Aku terlalu lelah…
letih menatap tak pernah ada jawab
dari malam hingga malam lagi
tapi…
aku selalu ucapkan terima kasih pada langitku
yang setia menemani sepiku
@djes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar