Selasa, 25 Oktober 2016

RAHASIA TAK TERBACA

RAHASIA TAK TERBACA

Bila saja bisa...
ku tulisi aksara ini dengan sembunyi
dalam kasih yang tak pernah berpura sempurna
ada yang tetap tak terbaca
berdiam dan tinggal tak terkata

Alif...ba...ta...
hijaiyah sejuta diam, sejuta suara
tak terlambangkan
dalam huruf rumit atau sederhana

Yang diingat Adam
pun hanya satu kata
"Hawa...!!!"
Hawa menerjemahkan bahasa tangis Adam
dengan arus tangis
yang mengalir ke satu muara
Allah menyebut nama itu di surga sana

Disini...
aku mengubah puisi
saat rindu menyiksa
ditulis sebisa mata
yang sebelumnya tertumpuk dihati

Ada rahasia yang tak terbaca
pada pintu yang tertutup
lalu engkau saling menukar kunci
kemudian lihatlah...!!?
pintu itu kini satu adanya
tanpa diketuk
pintu pun terbuka
alangkah leganya
perasaan ini

Cirebon, 26 April 2016
@dje
s

Jumat, 21 Oktober 2016

SEBELUM HIJAIYAH TAK LAGI BISA KAU EJA


SEBELUM HIJAIYAH TAK LAGI BISA KAU EJA

Saat tahta menguasai
mimpi pun tak beralas hati
tak peduli apa kata mereka
bahkan pencipta pun dianggap tiada

Ketika fikiran terus bernafas
jiwa merasa selalu menang tak ada lawan
tak ada rasa takut akan hari akhir
karena rasa itu...
terselimuti syaithon

Sadarlah...!!?
wahai jiwa-jiwa dzolim
kemenangan yang kau rasa
sebenarnya adalah kekalahan

Syurga yang kau rasa
sesungguhnya jalanmu ke neraka
sujudlah...!!?
mohon ampunan
kepada sang pemilik
Allah azzawazzalla
sebelum nyawa terlepas
sebelum hijaiyah pun
tak lagi bisa kau eja

Apakah tak cukup jelas
yang tertulis...
kematian Fir'aun yang melegenda...!???

Cirebon, 4 Juni 2016
@djes

Kamis, 20 Oktober 2016

TETES KEJERNIHAN


TETES KEJERNIHAN


Beliau suri tauladanku
tiada dentang waktu tanpa perjuangan sucimu
begitu suci kalbu dalam nafasmu
ketulusanmu takkan terlukis dengan apapun

Beliau penuntun hidupku
jejak telapak hidupmu kini jadi sunnah untukku
kelembutan lisanmu kini jadi hadits sucimu
beliau penolong dalam kesempitan di akhir zaman
syafa’atmu selalu di tunggu
kesetiaan dan kemuliaan pada umatmu begitu besar
akan terukir sampai akhir hayatku

Yaa Rosulallah salaamun’alaika
yaa rofii asyaa ni waddaroji
‘athfatan yaajiirotal ‘alami
yaa uhai naljuu di walkaromi

Cirebon, 20 Oktober 2016
@djes

BAHAGIA DI AKHIR CERITA


BAHAGIA DI AKHIR CERITA

Tersenyumlah..
seandainya senyum itu
bisa menopengi kedukaan
sebab akan lebih menderita
bila memperlihatkan wajah nelangsa

Tertawalah...
seandainya tawa itu mampu mengusir kecewa
karena titisan luka pasti akan mengalir
tanpa hati yang mengepam gembira

Carilah kebahagian
biarpun sampai keujung nyawa
sebab itulah pengobat...
segala nestapa

Seandai jasad kian lunglai
bertongkatkanlah dengan ucapan kalimat Illahi
berdzikir dan bertasbih pada yang khaliq
dengan penuh harapan...
sebab nyawamu takkan berkeabadian

Cirebon, 19 Oktober 2016
@djes

KAU

KAU

Kau adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Kau adalah bintang gumintang pada gerlap malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Kau adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Kau adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Kau adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Kau adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai jiwa-jiwa pengembara
kabarkanlah kepada ku tentangnya
yang selalu mengusik pada derai
celoteh di kesunyian yang bertepi

Cirebon, 2 Juli 2016
@djes

-=O CIAAT Oleh DJES O=-


CIAAT...!!!

Mereka yang merasa pandai bersilat
merasa layak untuk didaulat
dan yang merasa ahli bersilat
merasa berani memegang mandat

Mereka yang merasa mumpuni bersilat
merasa layak menjalin politik berkerabat
bertamu dan bercengkrama bersama sambil minum wedang serbat
tapi diam-diam mulai saling mengembat

Mereka yang merasa bersabuk hitam silat
menari sambil meloncat berkelebat
berputar menusuk lawan sampai sekarat
tak peduli sejam yang lalu masih kerabat

Mereka yang merasa kurang kuat dalam bersilat
sibuk kasak kusuk mencari kawan yang tepat
tak pedulikan eyang perguruan dulu beri taurat
gadaikan simbol asal semakin kuat

Mereka yang merasa di atas angin bersilat
tiada malu terima beragam aliran kiat
agar perguruan semakin besar dan hebat
tak peduli kalau cuma kumpulan tanpa tabiat
kita hanya penonton layar tancap filem silat
dari pinggir lapangan tanah liat
tapi ujungnya mau ikutan terlibat
walau modal kaos dan selembar ikat

Kita cuma pengagum para aktor silat
tapi ko ikutan pasang kuda-kuda berteriak ciaat
mencoba kasih tendang bacagi yang cepat
ke sesama penonton pengagum filem silat
jurus kita lepas cakar harimau cekat
tapak lawan sigap tangkis dengan cepat
terjelembab, tersungkur terkena sikat...
tapi kita sama-sama diciduk aparat

Hemmm tetep aja dech...!!!
Cirebon, 19 Agustus 2016
@djes