Jumat, 20 September 2013

MAAFKAN AKU Oleh DJES



Tegak berdiri menatap langit

pekik keras memecah sepi
bayangan semu masa lalu
cerita yang pernah tertulis pada altar
semua tercercah oleh tinta merah
pikiran melayang saat kaki mulai lumpuh
menapaki jalan terjal dan berbatu
kerikil disamping kaki yang seolah pasrah pada kematian
ingatkan diri pada derita yang dialami
air mata menetes ditanah tandus dibawah terik matahari
sebagai bukti betapa lemah dan tiada berarti
jiwa yang dulu tegar kini melemah
hati yang dulu bahagia kini penuh dengan kedukaan
saat lara terasa sangat menyiksa,
aku hanya bisa berdoa kepada sang kuasa
maafkanlah aku…
yang hanya menggoreskan luka pada catatan-Mu
walau air mata bukanlah jawaban
dan penyesalan bukan sebuah akhir
aku hanyalah manusia yang penuh akan dosa
aku hanya bisa berkata
maafkanlah aku

@djes

Tidak ada komentar:

Posting Komentar